it's been finally ended after the long struggle of many sleepless nights...
thank you for this awesome journey..it's a gift actually
not the easy one, yet it's such a great blessing to have this semester passed through...
maybe becos I almost reach the end of my undergraduate journey,
then this semester becomes so memorable...the laugh, the tears, the joy, and the pain
all become so meaningful...
many things happen, and every single of them is so precious...
whether it's good or bad, joyful or sucks, satisfying or disappointing...
it's still too priceless.
Thank God for the result...the best that I can get from what I can give
Big thanks also for all my friends, without you all, there will be no such precious memories...
May God bless you along this life path... :)
20.1.12
10.1.12
Long time no see, dear blog
Horaaaay after long time no see...
see u again dear blog...
Well, this gonna be my first post in this year which has just started.
Yak saat ini pukul 00:33, which means that I suppose to do my final paper instead of blogging.
Tapi yah mo gimana lagi, menggalau di blog itu bagaimanapun juga lebih mudah daripada menganalisis sebuah film, so just let me write some sentences here and I promise I'll do my paper after this.
Jadi gini... beberapa waktu yang lalu gw sempat berada di titik "lupa", yang tadinya gw sangka adalah titik moved on. Namun sayangnya sang waktu membawa gw kembali ke ingatan gw tentang dia. Lebih tepatnya ingatan tentang perasaan gw ke dia.
Semua berawal dari malam tahun baru yang sesungguhnya di luar ekspektasi gw.
Sesungguhnya gw berpikir bahwa "semuanya" akan biasa aja mengingat pengalaman berkomunikasi sebelumnya menyatakan bahwa saya sudah benar-benar biasa (tanpa feeling).
Tapi ternyata entah mengapa gw deg-degan pas ngeliat dia. Pandangan tegak lurus dari tempat gw bersandar membuat gw bisa ngerasain detak jantung gw yang kecepatannya di atas rata-rata.
Nah lho nah lho...kaaaaaan...enji kaaaaaan...hayoloh.
Dan yang lebih parahnya adalah gw ga bisa berhenti senyum. Parah.
"Ini apa-apaan deh? Lo kenapa nji?. Jangan gila deh. Engga boleh ya enji. Engga boleh pokoknya."
Sederetan kata-kata yang dikirim oleh otak gw ke hati gw saat itu.
Sayangnya, otak gw kalah. Dang!
Gw sendiri juga gak abis pikir, jenis perasaan macam apa yang segitu kuatnya menghapus semua peringatan yang udah gw tanamkan buat diri gw sendiri.
Dan terhitung dari hari pertama gw menginjakan kaki di 2012, gw dinyatakan galau lagi.
D'oh kesel sih sama diri gw sendiri, kok bisa-bisanya membiarkan perasaan itu muncul lagi padahal untuk waktu yang cukup lama hidup gw udah baik-baik ajah tanpa segala kegalauan tentang dia.
Bayangin aja...gw biasa aja kalo ditelpon ama dia, ditambah gw engga kepengenan buat ngobrol panjang-panjang ama dia...trus gak kepengenan buat ketemu dia padahal ada kesempatan ketemu...trus juga dipaparin contoh menyiksa batin soal "memberi perhatian beda sama memberi harapan" gw biasa aja...selain itu, yang lebih spektakuler adalah gw bisa ketawa-ketawa aja gitu baca status galau dia sekalian kasi komen pula.
Itu sesuatu banget lho. Itu sungguh pencapaian yang luar biasa.
Nah sekarang malah jadi membodoh lagi gw...aduh enji....
Nelpon lama diangkatnya ama dia aja bisa bikin gw worry...Apa banget dah gw?!?
Gw jadi kembali ke kebiasaan meracau di twitter kan jadinya. *hiiiissssh*
Gak ngerti deh gimana nih cara ngatasinnya...
Yang penting kegalauan ini udah dituangkan dalam bentuk lisan (curhat) dan tulisan (nge-blog),
jadi yah mendingan gitu rasanya...gak nyesek-nyesek amat. #tetepmasihadanyeseknyaberarti
Langganan:
Komentar (Atom)