Ada sebuah tanya besar di kepalaku
Aku mencari kian kemari...sekiranya ada yang bisa memberi jawabnya
Meski di dalam diriku tau bahwa kau lah yang paling tepat
untuk dipertanyakan akan ini semua...
Andai aku boleh memilih untuk memutar waktu,
mungkin aku akan memilih untuk tidak berada
dalam rangkaian hari-hari itu...hari-hari ketika kau menguntai senyumku dan merajut tawaku,
mungkin aku akan memilih untuk tetap dalam harapku yang setia menanti masa laluku...
Kini, aku terlanjur beranjak jauh masuk ke dalam pelataran hidupmu
terlalu dalam ternyata, dan aku tercekat menemukan kenyataan
dirinya bahkan masih duduk manis di dalam kediaman hatimu..
Tak sepantasnya memang aku berdiri di sini..
Ku paksakan segenap asa dan jiwaku berpaling,
melangkah meninggalkan pelataran itu...
Aku tertatih, segenap daya ku kerahkan
Aku harus...ya aku harus melangkah keluar
Membenturkan pandangan ini sekeras mungkin,
menyadarkan rasio ini untuk mengerti bahwa
yang pernah dilalui, yang pernah tercipta
hanyalah sesuatu yang berlebihan di pandanganku
Mari tutup pintu itu hai hatiku,
mungkin hanya halusinasi belaka ketika terasa ada yang mengetuk
karena ternyata toh tak ada orang di luar sana...
tak ku temukan dia yang hendak masuk...
25.10.10
22.10.10
aku ingin menulis lepas (terlalu lepas bahkan)
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......................................
teriak-teriak di kmr kos #mumpung sepi
ya ampuuuun, makasi lhoooooo om2 Boyz 2 Men yg berhasil membuat galau kronis saya kambuh lagi!
harusnya klw dengerin I miss you, Oh well, trus on bended knee -nya Boyz 2 Men implikasi paling wajarnya tuh ya inget ama mantan, TAPI koq aku malah inget dia? dia? ya dia....dia yang...yang...yang...suka juga ama Boyz 2 Men!
nah lhooo nah lhoooo gimanaaaa ini? haduh haduh ga bisa membohongi diri sendiri lagi kalau gini ceritanya...
Kenapa dia? Kenapa harus dia? Kenapaaaaaaaa sukanya amaaaa dia? Kenapaaaa enji sayaaaaaang? #bertanya pada lubuk hatiku yg terdalam#
Kenapa bisa se-gak peduli ini? Kenapa tetep suka kalau dia aja mungkin gak pernah mikirin kamu lho nji? kalau dia aja mungkin gak pernah berharap2 amat utk bisa ngobrol ama kamu apalagi ketemu... kalau dia aja mungkin gak peduli ama kamu... kenapaaaa tetep suka?
Yah gimana lagi donk, sudah terlanjur pake hati niii..........
Ya ya ya ya gimana donk, aku suka beneran niii? Gimana niii? haduuuuuuh @.@
Ya Bapaku yang super baik, boleh ya ya ya ya ngarepin dia? huhuhuu boleh ga? boleh ya ya ya ya ya?
Haduuuuuuh mama bolehin juga yah? ya ya ya ya ya ya?
Trus kalau dibolehin...mau kemana? Emang dia nya gimana? #tertampar #plak
Iya ya dia aja ga berasa apa2 ama aku #hah
gigit jari..gigit kuku...gigit bantal......#grrrrr #hmmmm
trus gimana duoooonk? diem aja kali ya... untuk sementara(samapai waktu yg blm ditentukan)
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...................
ya sudahlah...tapi maaf lhooo ya kalau aku sering mengganggu...sering gak penting...tapi kadang pentink juga siii...sering hadir di hari-hari kamu...maaf ya kalau berasa aneh, gak nyaman....
tapi bolehin aja ya? ya ya ya ya?
abis aku terlanjur pake hati niii (jgn2 dijwb: ya salah sendiri) #auuuuuccccccccchhhhhhhhhh
tapi emang terlanjur suka...sukaaaaa.sukaaaaaaaaaaaaaa....sukaaaaaaaaaaaaa banget *abg nya keluar* -__-"
huuuuh cepat sembuh ya hatiku :) jgn galau mulu...amin
4.10.10
DuaLirik untuk DuaMimpi
Oh aku tak ingin terus terbelenggu
Dengan fikiran tak menentu
Sungguh aku tak bisa
Membuat ku terlalu
Jauh mengkhayalkan tentang kita
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Penggalan reff ini cukup untuk mengatakan apa yang ingin aku katakan kepadanya...
Barisan kata-kata yang mungkin tak dimengerti olehnya meski berulang kali ia membacanya
Tentu akan begitu, dia pun pasti tak tau mengapa aku ingin mengatakan ini padanya
tapi memang ini yang ingin terucap dari kedua bibirku...
Sepenggal bait lagu untuk-nya
-nya :yang sempat membuatku tersenyum dan tertawa
-nya :yang bahkan bukan atau mungkin tak akan pernah jadi milikku
Terlampir sebuah gambar berisikan quote yang harus ku akui benar adanya...
---------------------------------------------------------------------------------------------
Can we go back to the days when our love was strong
Can you tell me how a perfect love goes wrong
Can somebody tell me how to get things back
They way they use to be
Oh God give me a reason
I’m down on bended kne
Sekali lagi, penggalan reff kali ini mungkin akan meluluh lantakan hatiku kalau sampai barisan senandung kata-kata tersebut terlontar dari bibirnya...
Kalau mungkin semua tanya dalam reff itu pernah mampir sesaat dipikirannya,
harus aku katakan dengan jujur tanya itu baru saja singgah di kepalaku akhir-akhir ini
Ada bagian-baian dari memori bersamanya yang ku simpan,
bukan karna tak terlupakan,
tapi karna aku berharap semua itu punya kelanjutannya...
maaf kalau aku terkesan egois,
tapi inginnya aku mendengar senandung itu mengalir dari bibirnya...
Dia yang pernah menemani hari-hariku,
dan yang ku harap akan kembali menemani hari hari depanku :)
dan entah mengapa, aku percaya pada tulisan dalam gamabar ini
Dengan fikiran tak menentu
Sungguh aku tak bisa
Membuat ku terlalu
Jauh mengkhayalkan tentang kita
Ku disini sepertinya masih berharap
Meski tak mungkin ku menunjukkannya
Penggalan reff ini cukup untuk mengatakan apa yang ingin aku katakan kepadanya...
Barisan kata-kata yang mungkin tak dimengerti olehnya meski berulang kali ia membacanya
Tentu akan begitu, dia pun pasti tak tau mengapa aku ingin mengatakan ini padanya
tapi memang ini yang ingin terucap dari kedua bibirku...
Sepenggal bait lagu untuk-nya
-nya :yang sempat membuatku tersenyum dan tertawa
-nya :yang bahkan bukan atau mungkin tak akan pernah jadi milikku
Terlampir sebuah gambar berisikan quote yang harus ku akui benar adanya...
---------------------------------------------------------------------------------------------
Can we go back to the days when our love was strong
Can you tell me how a perfect love goes wrong
Can somebody tell me how to get things back
They way they use to be
Oh God give me a reason
I’m down on bended kne
Sekali lagi, penggalan reff kali ini mungkin akan meluluh lantakan hatiku kalau sampai barisan senandung kata-kata tersebut terlontar dari bibirnya...
Kalau mungkin semua tanya dalam reff itu pernah mampir sesaat dipikirannya,
harus aku katakan dengan jujur tanya itu baru saja singgah di kepalaku akhir-akhir ini
Ada bagian-baian dari memori bersamanya yang ku simpan,
bukan karna tak terlupakan,
tapi karna aku berharap semua itu punya kelanjutannya...
maaf kalau aku terkesan egois,
tapi inginnya aku mendengar senandung itu mengalir dari bibirnya...
Dia yang pernah menemani hari-hariku,
dan yang ku harap akan kembali menemani hari hari depanku :)
dan entah mengapa, aku percaya pada tulisan dalam gamabar ini
Tak Beraturan
saat ini sudah pukul 00:32 WIB
dan aku masih di depan netbook ku, entah apa yang sedari tadi ku kerjakan...
semua akun jejaring sosialku terjelajahi (tanpa berani mengangkat status)
dan masih dengan ditemani playlistku
pikiranku terlalu liar malam ini
mencoba memahami apa yang sedang terjadi hari-hari ini pada hidupku
makin membawaku kepada satu titik balik
mungkinkah masih dia yang harus ku gumulkan?
haruskah aku kembali bertelut mengucap doa untuknya kembali?
hari-hari terakhir ini seolah tak ingin dikontrol
diatur pun kian sulit
ada apa dengan aku? diriku?
sulitnya aku mengurus hidupku sendiri belakangan ini
Dia...hanya salah satu dari sekian persoalan yang menumpuk
hasil dari kegamangan hatiku
banyak tanya yang seharusnya tak terlontar
yang harusnya cukup menjadi rahasiaNya
tapi seolah sulit mencengkram hati ini untuk tetap diam
tak beranjak dari ruang percaya.
Tuhan, rasanya mungkin rutin sudah ku meminta ampun
namun tetap terulang...
ahhh Tuhan, sekali lagi ampuni aku
aku tau ini tidak baik
aku tau ini bisa dipaksa untuk tak berkembang
aku tau...aku salah
Inginnya aku, dan sekali lagi hanya sampai sebatas ingin...
tapi aku memang ingin segalanya bisa berjalan beraturan
Paksakan aku ya Tuhan, ketika memang aku mebutuhkannya
aku benar-benar harus bisa kembali menemukan titik cerah dalam hidupku
Setiap pergumulanku, baik tentang
pelayananku...lingkungan pelayananku, perkuliahanku,
masa depanku...dia, dan keluargaku
aku serahkah ke dalam tananMU
sebab aku tak mampu menghadapi,
mungkin menatap ke arah itu pun tidak
bila tak bersamaMU
dan aku masih di depan netbook ku, entah apa yang sedari tadi ku kerjakan...
semua akun jejaring sosialku terjelajahi (tanpa berani mengangkat status)
dan masih dengan ditemani playlistku
pikiranku terlalu liar malam ini
mencoba memahami apa yang sedang terjadi hari-hari ini pada hidupku
makin membawaku kepada satu titik balik
mungkinkah masih dia yang harus ku gumulkan?
haruskah aku kembali bertelut mengucap doa untuknya kembali?
hari-hari terakhir ini seolah tak ingin dikontrol
diatur pun kian sulit
ada apa dengan aku? diriku?
sulitnya aku mengurus hidupku sendiri belakangan ini
Dia...hanya salah satu dari sekian persoalan yang menumpuk
hasil dari kegamangan hatiku
banyak tanya yang seharusnya tak terlontar
yang harusnya cukup menjadi rahasiaNya
tapi seolah sulit mencengkram hati ini untuk tetap diam
tak beranjak dari ruang percaya.
Tuhan, rasanya mungkin rutin sudah ku meminta ampun
namun tetap terulang...
ahhh Tuhan, sekali lagi ampuni aku
aku tau ini tidak baik
aku tau ini bisa dipaksa untuk tak berkembang
aku tau...aku salah
Inginnya aku, dan sekali lagi hanya sampai sebatas ingin...
tapi aku memang ingin segalanya bisa berjalan beraturan
Paksakan aku ya Tuhan, ketika memang aku mebutuhkannya
aku benar-benar harus bisa kembali menemukan titik cerah dalam hidupku
Setiap pergumulanku, baik tentang
pelayananku...lingkungan pelayananku, perkuliahanku,
masa depanku...dia, dan keluargaku
aku serahkah ke dalam tananMU
sebab aku tak mampu menghadapi,
mungkin menatap ke arah itu pun tidak
bila tak bersamaMU
3.10.10
Banyaknya inginku
Ingin aku memutar waktu kembali ke beberapa minggu yang lalu...
inginnya aku kembali ke percakapan kala itu
bahagianya diriku, dengan untaian senyum yang seolah tak terganti
gelak tawaku untuk setiap penghiburanmu
ah...inginnya diriku mengulang semua itu kembali
inginnya aku, kalau boleh waktu tak beranjak dari saat itu :')
ya Tuhan, kalau boleh aku bertanya...
mengapa hanya sekejap?
apa maksudnya?
aku tak mengerti.
terlalu naif rasanya kalau itu disebut kebetulan
aku yang memang menaruh firasat padanya...
di hari-hari sebelum pesan itu muncul
dan semua bermula dari sana.
tak pernah terlintas di pikiranku bisa sampai sejauh itu komunikasi yang berlangsung di antara aku dan dia...
terlalu manis rasanya, hingga bisa membuatku tersenyum simpul tiap kali mengingatnya
tapi juga bisa membuatku terhenyak sampai tak berdaya melihat semuanya sudah hilang saat ini...
Sekarang itu semua menjadi sesuatu yang sulit diterima oleh isi kepalaku.
Rangkaian puzzle apalagi ini?
Firasatku, kemunculannya, di tengah penantian akan jawaban doa itu, kemudian berakhir begitu saja.
Inginnya aku tau arti semua ini...
Inginnya aku tau apa yang ada di dalam pikirannya di hari-hari itu...
Inginnya aku merasakan kembali bahagia itu...
Inginnya aku memberitau dirinya bahwa aku ingin tau...
inginnya aku kembali ke percakapan kala itu
bahagianya diriku, dengan untaian senyum yang seolah tak terganti
gelak tawaku untuk setiap penghiburanmu
ah...inginnya diriku mengulang semua itu kembali
inginnya aku, kalau boleh waktu tak beranjak dari saat itu :')
ya Tuhan, kalau boleh aku bertanya...
mengapa hanya sekejap?
apa maksudnya?
aku tak mengerti.
terlalu naif rasanya kalau itu disebut kebetulan
aku yang memang menaruh firasat padanya...
di hari-hari sebelum pesan itu muncul
dan semua bermula dari sana.
tak pernah terlintas di pikiranku bisa sampai sejauh itu komunikasi yang berlangsung di antara aku dan dia...
terlalu manis rasanya, hingga bisa membuatku tersenyum simpul tiap kali mengingatnya
tapi juga bisa membuatku terhenyak sampai tak berdaya melihat semuanya sudah hilang saat ini...
Sekarang itu semua menjadi sesuatu yang sulit diterima oleh isi kepalaku.
Rangkaian puzzle apalagi ini?
Firasatku, kemunculannya, di tengah penantian akan jawaban doa itu, kemudian berakhir begitu saja.
Inginnya aku tau arti semua ini...
Inginnya aku tau apa yang ada di dalam pikirannya di hari-hari itu...
Inginnya aku merasakan kembali bahagia itu...
Inginnya aku memberitau dirinya bahwa aku ingin tau...
Tulisan Lepas
Ketika diri ini tertahan untuk merangkai kata di beberapa ruang di dunia maya...
mungkin mereka terganggu
mungkin mereka meremehkan
mungkin mereka mencemooh
tapi maaf, belum ada yang pernah bisa menahanku untuk tetap merangkai kata.
aku...perempuan biasa...yang banyak memilih untuk memendam ketimbang mengungkap seluruh angan, khayalan, mimpi, resah, luka, bahkan gerutu sekalipun
hanya tulisan yang mampu menguntai semua yang ku rasa...
Aku meninggalkan ruang-ruang jejaring sosial dan obrolanku
aku harus meninggalkan itu untuk waktu yang aku pun tak tau sampai kapan...
mereka yang ada di sana mungkin sudah jenuh membaca tulisanku
mereka mungkin tak bisa menegrti ada apa denganku...
aku pun tak meminta apalagi memaksa mereka untuk mengerti
Maaf untuk setiap status update, tweet, atau status ym yang mengganggu.
Di dunia nyata aku tak punya cukup ruang apalagi keberanian untuk bersuara,
jadi pikirku aku bisa meluapkannya di ruang maya,
tapi sekali lagi maaf kalau memang di ruang maya pun aku tak diijinkan bersuara...
Kali ini saja ku mohon, blog ini milikku
ijinkan aku menguntai apa yang ku rasa...paling tidak pada kolom-kolom blog ini
:')
mungkin mereka terganggu
mungkin mereka meremehkan
mungkin mereka mencemooh
tapi maaf, belum ada yang pernah bisa menahanku untuk tetap merangkai kata.
aku...perempuan biasa...yang banyak memilih untuk memendam ketimbang mengungkap seluruh angan, khayalan, mimpi, resah, luka, bahkan gerutu sekalipun
hanya tulisan yang mampu menguntai semua yang ku rasa...
Aku meninggalkan ruang-ruang jejaring sosial dan obrolanku
aku harus meninggalkan itu untuk waktu yang aku pun tak tau sampai kapan...
mereka yang ada di sana mungkin sudah jenuh membaca tulisanku
mereka mungkin tak bisa menegrti ada apa denganku...
aku pun tak meminta apalagi memaksa mereka untuk mengerti
Maaf untuk setiap status update, tweet, atau status ym yang mengganggu.
Di dunia nyata aku tak punya cukup ruang apalagi keberanian untuk bersuara,
jadi pikirku aku bisa meluapkannya di ruang maya,
tapi sekali lagi maaf kalau memang di ruang maya pun aku tak diijinkan bersuara...
Kali ini saja ku mohon, blog ini milikku
ijinkan aku menguntai apa yang ku rasa...paling tidak pada kolom-kolom blog ini
:')
Langganan:
Komentar (Atom)

