10.3.14

Thank you for your sincerity

Dari awal, gw sama sekali tidak membayangkan kalau akhirnya rasa suka ini akan berujung seperti sekarang ini...
Gw paham betul, dan tanamkan baik-baik di akal sehat ini bahwa dia di sini hanya sementara.
Itu artinya gw tidak dianjurkan sama-sekali untuk mengharapkan apapun dari dirinya, apalagi mengharapkan untuk berbagi perasaan yang sama.

Namun ternyata, akibat banyaknya kenangan yang sempat dilalui (yang seolah bisa ditemui hampir di setiap sudut gedung ini, bahkan kota ini), mengatakan diri ini baik-baik saja pasca kepulangannya rasa-rasanya agak tidak mungkin.

Dan meski rasanya sulit sekali menghapus rasa ini, gw tetap pada pemahaman gw bahwa:
"this feeling belongs to me only"
Tidak ada keberanian di diri ini untuk membuka celah harapan bahwa mungkin "we shared a mutual feeling"

Dengan pemahaman itu, siang ini, lewat seseorang, gw cuma bisa termangu mendengar semua yang dia bilang tentang gw.
Gw rasa-rasanya sulit percaya sama apa yang baru aja gw dengar.
Terlalu tulus... atau mungkin terlalu jauh dari apa yang berani gw bayangkan.

Yah terlepas dari itu, gw sangat berterimakasih untuk ketulusannya, untuk pengertiannya, dan untuk rasa yang ternyata sama-sama kita rasakan...

Gw percaya bahwa waktu dan jarak terlalu kecil di mata Tuhan, jika memang ada rencana-Nya dalam pertemuan singkat antara gw dan dia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar